REKONTRUKSI LEGALITAS POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MUNIR

MUDLI’A, AHMAD ATMIM LANA (2026) REKONTRUKSI LEGALITAS POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MUNIR. Other thesis, Institut Agama Islam Hasanuddin Pare.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
AHMAD ATMIM LANA MUDLI’A (IAT).pdf

Download (1MB)

Abstract

Poligami merupakan salah satu bentuk pernikahan yang diperbolehkan dalam ajaran Islam, namun penerapannya sering kali menjadi sumber perdebatan, baik dalam konteks hukum agama maupun hukum positif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah aspek legalitas poligami menurut pandangan Wahbah az-Zuhaili, seorang ulama dan mufassir kontemporer yang berpengaruh, melalui analisis terhadap karya tafsirnya
Tafsīr al-Munīr. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis, Wahbah azZuhaili menyatakan bahwa poligami diperkenankan selama suami mampu berlaku adil dalam hal perlakuan, pemberian nafkah, dan perhatian kepada para istri. Meski demikian, beliau juga menekankan bahwa jika keadilan tidak bisa diwujudkan secara
nyata, maka monogami lebih dianjurkan. Pendapat ini mencerminkan upaya untuk menyeimbangkan antara prinsip-prinsip normatif dalam teks Al-Qur’an dengan kondisi sosial yang ada. Oleh karena itu, menurut Wahbah az-Zuhaili, poligami memiliki legalitas yang bersifat terbatas, tergantung pada kesiapan dan kemampuan suami untuk berlaku adil dalam menjalankan kewajibannya.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Poligami, Legalitas, Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir, Hukum Islam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: Repository IAIH
Date Deposited: 02 Nov 2026 04:32
Last Modified: 02 Nov 2026 04:32
URI: https://repo.iaih.ac.id/id/eprint/3

Actions (login required)

View Item
View Item